Tuesday, 30 March 2010
Doa 1
Ya Allah/Mudahkanlah kami/Karena dalam mimpiku semalam/Aku melihat banyak kerikil disana/..
Thursday, 25 March 2010
Berdiam :
dengan likat, aku berharap menyelundup dalam gelap
terpaksa berjingkat
sebab aku tahu kamu mudah
sekali terbangun pada suara bising
kita sepakat berdiam pada malam
yang pekat tanpa terang bulan
karena tertutup awan
Ya, malam ini langit penuh pukat gelap
hingga kamu memutuskan bermimpi
lebih cepat
seperti sedang ada huruhara diatas sana
kamu terganggu dan
menyingkap selimut hingga kepala
aku bisa apa?
aku lindap
terpaksa tunduk dalam diam
meski langit bergemuruh
dan itu membuatmu ketakutan
Sore hari di Semarang, 2010
terpaksa berjingkat
sebab aku tahu kamu mudah
sekali terbangun pada suara bising
kita sepakat berdiam pada malam
yang pekat tanpa terang bulan
karena tertutup awan
Ya, malam ini langit penuh pukat gelap
hingga kamu memutuskan bermimpi
lebih cepat
seperti sedang ada huruhara diatas sana
kamu terganggu dan
menyingkap selimut hingga kepala
aku bisa apa?
aku lindap
terpaksa tunduk dalam diam
meski langit bergemuruh
dan itu membuatmu ketakutan
Sore hari di Semarang, 2010
Thursday, 18 March 2010
Seperti sedikit samar
Tak ada yang salah dengan sepi
: Kamu tak perlu mengejekku
Dengan begitu, kamu laiknya meraup abu ke wajahmu sendiri
: Kamu tak perlu mengejekku
Dengan begitu, kamu laiknya meraup abu ke wajahmu sendiri
Wednesday, 17 March 2010
surat serupa bisikmu
suasana sudah tak semarak lagi
burung perenjak bermigrasi ke utara
menyusuri angin
mengembara kemana hati berkehendak
sedang aku?
tertinggal jauh dibelakang hanya
tersisa sedikit bayangbayang
yang bentuknya kau cecerkan
agar aku tak kehilangan jejak, katanya
dia tak pernah pergi begitu saja
pantang baginya menelikung rongga dada yang
aku sediakan lapang baginya
tapi, tak lama lagi kemarau akan singgah
aku hidup dengan siapa?
bisikmu indah,
"kau bukan denganku, Dia akan bersamamu,"
Jogja- Semarang, 17032010
burung perenjak bermigrasi ke utara
menyusuri angin
mengembara kemana hati berkehendak
sedang aku?
tertinggal jauh dibelakang hanya
tersisa sedikit bayangbayang
yang bentuknya kau cecerkan
agar aku tak kehilangan jejak, katanya
dia tak pernah pergi begitu saja
pantang baginya menelikung rongga dada yang
aku sediakan lapang baginya
tapi, tak lama lagi kemarau akan singgah
aku hidup dengan siapa?
bisikmu indah,
"kau bukan denganku, Dia akan bersamamu,"
Jogja- Semarang, 17032010
Thursday, 11 March 2010
Sederhana
Pekan lalu aku menghibahkan berkardus-kardus buku. Ya, buku kesayangan yang aku rawat dengan baik. Aku berjanji mengisi dahaga mereka dengan mimpi merengkuh dunia yang disajikan para penulis itu. Bak lahan tandus tanpa pernah dijamah hujan. Anak beberapa usia melonjak-lonjak, tanda girang. Rambut mereka kemerahan bergoyang ditingkahi angin kering.
Tak ada yang istimewa selain merekahkan senyum pada matahari yang terbit dipelupuk mata mereka
Tak ada yang istimewa selain merekahkan senyum pada matahari yang terbit dipelupuk mata mereka
Subscribe to:
Posts (Atom)